Home » Posts filed under SPIRITUAL
Screenpresso Pro
Screenpresso adalah salah satu aplikasi untuk merekam layar baik berupa video atau mengambil gambar.Hanya beberapa detik anda dapat menyelesaikan pekerjaan, seperti menambahkan gambar (menangkap layar), menyisipkan video hingga terkesan menarik pada lingkungan Windows , melalui aplikasi ini anda dengan mudah melakukan dua cara tersebut.
Screenpreso versi Pro
- menangkap penundaan untuk menangkap menu konteks.- perangkat lunak ini memungkinkan untuk mengambil tangkapan layar atau sebagian yang anda inginkan.
- pada versi portable tidak memerlukan instalasi dan berjalan secara langsung.
- mengubah ukuran video di akhir dan mengubah formatnya.
- pada veri terbaru perangkat lunak ini dalam bentuk format mp4 untuk file ringan.
- dan masih banyak lagi hal yang ingin anda lakukan dengan mudah mendapatkannya dan memperlancar hasil kerja anda.
Proses instalasi Screenpresso
- Unduh Software Screenpresso link download di bawah artikel
- cukup klik dan buka saat unduhan telah selesai dan gunakan software RAR untuk membukanya
anda akan menemukan file exe. dan lainnya file crack key
- matikan antivirus sementara agar file keygen dapat dibuka dan key dapat di salin untuk aktifasi
aktifasi dapat dilakukan secara online, juga offline.
aktifasi offline:
- instal Screenpresso.exe. setelah instalasi selesai jangan lansung membukanya terlebih dahulu.
gunakan crack atau key untuk mengaktifkan software menjadi Pro.
- dan anda sudah mendapatkan Screenpreeso versi Pro full.
System Requirements Screenpresso Pro 1.8.2.0
Microsoft Windows 10, 8.1, 8, 7, Server 2012 64 bit and 32 bit
2.0 GHz processor
2 GB of RAM
200 MB of free hard disk space
.NET 4.7 or above is required
ukuran file 10 MB
Bagaimana mengaktifasi Screenpresso lihat video tutorial berikut:
sekian---semoga bermanfaat
Khotbah Jum'at
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَصْلَحَ
الضَمَائِرَ، وَنَقَّى السَرَائِرَ، فَهَدَى الْقَلْبَ الحَائِرَ إِلَى طَرِيْقِ
أَوْلَي البَصَائِرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيُكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَنْقَى
العَالَمِيْنَ سَرِيْرَةً وَأَزكْاَهُمْ سِيْرَةً، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَمَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ
وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
قَالَ تَعَالَى: يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وَقَالَ يَاأَيُّهَا النَّاسُ
اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ
الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
وَقَالَ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Melalui majelis yang mulia ini, kami mengajak
diri pribadi dan juga jamaah Jumat sekalian, marilah kita tingkatkan takwa
kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Yaitu dengan selalu menjaga diri kita
agar terjauh dari perbuatan maksiat dan dosa-dosa yang mungkin tanpa sadar kita
lakukan. Dan meninggalkannya merupakan tanda bagi seseorang mendapatkan
kebaikan dan kabar gembira.
Dalam sebuah ayat, Allah ta’ala
berfirman:
وَذَرُوا۟ ظَٰهِرَ ٱلْإِثْمِ
وَبَاطِنَهُۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْسِبُونَ ٱلْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا۟
يَقْتَرِفُونَ
“Dan tinggalkanlah dosa yang nampak
dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak
akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang telah mereka
kerjakan.“ (QS. Al
An’aam: 120)
Ayat Allah yang mulia ini
mengingatkan manusia tentang dua macam dosa yang menimpa manusia. Keduanya
sama-sama berbahaya dan wajib ditinggalkan. Dosa itu adalah dosa zahir
(terlihat dan terdengar) dan dosa batin (kemaksiatan hati). Sebagaimana istilah
itu sendiri, dosa zahir merupakan bentuk dosa yang jelas tampak di depan kasat
mata kita, atau terdengar oleh telinga kita. Contohnya seperti minum khamr,
zina, judi, membunuh, ghibah, mengadu domba dan lain-lain. Sedangkan dosa
batin adalah dosa yang sifatnya tersembunyi, menyangkut dengan hati kita
masing-masing, contohnya; sombong, hasad, congkak, riya’ dan lan sebagainya.
Umumnya, banyak di antara kita yang
sadar dan mampu menghindarkan diri dari setiap perbuatan dosa lahiriyah, namun
sedikit sekali yang mampu selamat dari dosa batin. Banyak di antara kita yang
mampu menjaga diri dari larangan berbuat zina, judi, minum khamer dan
sebagainya, namun terkadang tidak sedikit di antara kita yang sulit menjaga
hati ini dari maksiat-maksiat batin; sombong, merasa paling hebat sendiri lalu
meremehkan yang lain, tidak ikhlas dalam beramal atau ketika memberi, suka
pamer, hasad, dengki dan sebagainya.
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Padahal bila kita telusuri lebih
dalam tentang wejangan para ulama dalam hal ini, maka kita akan menyimpulkan
bahwa dosa batin yang sulit kita hindari itu justru lebih berbahaya daripada
dosa zahir. Mengapa demikian? Mari kita mulai dengan sebuah hadis yang
diriwayatkan oleh sahabat Nu’aim bin Basyir, Nabi SAW bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ
مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ
الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
“…Ketahuilah, sesungguhnya di dalam
jasad ini ada segumpal daging, apabila ia baik, baiklah seluruh jasadnya dan
apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah, segumpal
daging itu adalah hati,” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Maknanya, sumber kerusakan yang
terjadi pada manusia justru bermula dari rusaknya hati karena maksiat-maksiat
yang menutupinya. Efeknya, ketika hati rusak maka jasad manusia pun ikut
terbawa kepada kerusakan. Karena itu, dalam makna yang lebih luas, hadis ini
ada kaitannya dengan sabda Nabi SAW:
إِنَّ الله لاَ يَنْظُرُ إِلَى
صُوَرِكُمْ وَلاَ إِلَى أَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ
وَأَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidaklah melihat
kepada bentuk-bentuk tubuh dan harta-harta kalian, akan tetapi Allah melihat kepada
hati dan amal-amal kalian,” (HR.
Muslim)
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Dosa zahir umunya terjadi karena
adanya dosa batin, ketika hatinya rusak dengan maksiat-maksiat batin maka hal
itu akan membawa pengaruh kepada raganya untuk bertindak dengan maksiat yang
zahir. Dosa pertama kali yang dilakukan oleh anak adam di muka bumi menjadi
contoh yang cukup nyata. Yaitu ketika hati Qabil memiliki hasad kepada Habil
yang kemudian berujung kepada pembunuhan.
Karena itu, dalam kitab Zaadul
Masiir (9/276), Imam Ibnul Jauzi berkata, “Hasad adalah (termasuk)
tabiat yang terjelek. Ia menjadi penyebab adanya maksiat pertama kali di
langit, yaitu hasad iblis kepada Nabi Adam ‘alahis salam dan penyebab adanya
maksiat pertama kali di muka bumi, yaitu hasad Qabil kepada Habil,”
Demikian juga dengan kekufuran yang
dilakukan oleh orang-orang yahudi ketika risalah Islam disampaikan oleh Nabi
SAW. Tidak ada yang menghalangi mereka untuk beriman kecuali karena hasad yang
ada dalam hati mereka.
“Sebahagian besar ahli kitab menginginkan
agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman
karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka
kebenaran,” (Al-Baqarah: 109)
Sama halnya dengan Fir’aun yang
menolak risalah yang disampaikan oleh Nabi Musa ‘Alaihissalam, juga karena rasa
sombong yang mengotori hatinya. Allah ta’ala berfirman:
وَجَحَدُوۡا بِهَا وَاسۡتَیۡقَنَتۡهَا
اَنۡفُسُهُمۡ ظُلۡمًا وَّعُلُوًّا
“Dan mereka mengingkarinya karena
kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini
(kebenaran)nya…” (QS. An-Naml: 14)
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Dosa zahir, pada umumnya juga mudah
menyadarkan pelakunya. Banyak pelaku maksiat zahir yang mengaku kalau apa yang
dilakukannya adalah salah dan kemudian sadar untuk berubah. Demikian juga dalam
pandangan orang lain, perbuatannya akan dianggap melampaui batas. Sehingga
harapan untuk sadar dan bertaubat lebih terbuka. Sedangkan perbuatan dosa
batin, biasanya pelakunya tidak sadar atau bahkan menganggap dirinya tidak
bersalah. Sehingga pintu taubat pun akan terasa sulit baginya.
Dua contoh di berikut ini akan
menggambarkan hal itu, pertama: kisah taubatnya Nabi Adam ‘alaihissalam, beliau
melakukan perbuatan dosa zahir dengan memakan buah dari pohon yang terlarang,
kemudian setelah itu beliau tersadarkan dan dengan mudah kembali kepada Allah,
Allah ta’ala berfirman tentang penyesalan dan pertaubatan beliau dan istrinya:
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ
الْخَاسِرِينَ
“Keduanya berkata, “Ya Tuhan Kami,
Kami telah menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami
dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami termasuk orang-orang yang
merugi,” (QS. Al-A’raf: 23).
Berbeda halnya dengan iblis, dosanya
jenis dosa batin, yaitu sombong, maka terasa berat baginya untuk bertaubat.
Bahkan dia menganggap dirinya lah berada di atas kebenaran. Dalam Al-Quran
Allah Ta’ala abadikan beberapa kali kisah iblis ini. Di antaranya Allah Ta’ala
berfirman:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ
اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ
الْكَافِرِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Kami
berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah
mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan ia termasuk golongan
orang-orang yang kafir,” (QS.
Al-Baqarah: 34)
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Dua kisah di atas mengabarkan kepada
kita bahwa dosa batin bukanlah perkara yang ringan. Walaupun tidak terlihat
namun pengaruhnya dahsyat. Mampu menjerumuskan kira kepada dosa-dosa zahir
tanpa disadari oleh jiwa itu sendiri. Dari sini kemudian Imam Ibnu Qayyim
Al-Jauziyah menyimpulkan bahwa,” “Dosa-dosa besar, seperti riya, ujub (bangga
terhadap amal), kibr (sombong), fakhr (membanggakan amal), khuyala` (angkuh),
putus asa, tidak mengharap rahmat Allah, merasa aman dari makar Allah, riang
gembira atas penderitaan kaum Muslimin, senang atas musibah yang menimpa
mereka, senang dengan tersebarnya fahisyah (maksiat) di tengah-tengah mereka,
dengki terhadap anugerah Allah kepada mereka, berangan-angan anugerah tersebut
hilang dari mereka, dan hal-hal yang mengikuti dosa-dosa ini yang statusnya
lebih haram dari zina, meminum minuman keras, dan dosa-dosa besar yang zahir
selain keduanya” (Madarijus-Salikin, 1/133)
اَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا
وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ.
فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah
Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ
وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ
إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا
النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ
ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ
وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ
وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ
أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ،
وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا
جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقاً
مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْماً.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ
الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ
تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً
مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً،
وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً
حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى
الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك أجمعين.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ
فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ
وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ
بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا
في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا
بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ
الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ
بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Khotbah Jum'at Edisi: 15/2/2019
Asmaul Husna
99 Asmaul Husna(Lengkap Arti dan Penjelasan)
Asmaul Husna artinya nama-nama Allah yang indah, baik, agung dan mulia sesuai dengan sifat-sifat Nya. dalam artian perkata "Asma" berarti nama dan "husna" berarti yang baik atau yang indah, jadi asma'ul husna adalah nama nama milik Allah yang baik dan indah.
Asmaul Husna merujuk kepada nama-nama, sebutan, gelar, sekaligus sifat-sifat Allah SWT yang indah dan baik. Istilah Asmaul Husna juga dikemukakan oleh Allah SWT dalam Surat Thaha:8 :
yang artinya:
(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunya nama-nama yang baik
Nama Allah yang mulia dan agung merupakan kebesaran dan kekuasaan Allah, sebagai pencipta serta pemelihara alam semesta beserta segala isinya ini. Bagi seorang muslim salah satu cara mengenal Allah adalah dengan mempelajari sifat-sifat Allah serta mengenal 99 asma Allah (99 nama Allah).
Berikut 99 Asmaul Husna (99 nama baik allah) beserta Arti nama Allah dalam bahasa Indonesia:
No
|
Nama
|
Indonesia
|
Arab
|
Allah
|
Allah
|
الله
|
|
1
|
Ar Rahman
|
Allah Yang Maha Pengasih
|
الرحمن
|
2
|
Ar Rahiim
|
Allah Yang Maha Penyayang
|
الرحيم
|
3
|
Al Malik
|
Allah Yang Maha Merajai (bisa di artikanRaja dari semua Raja)
|
الملك
|
4
|
Al Quddus
|
Allah Yang Maha Suci
|
القدوس
|
5
|
As Salaam
|
Allah Yang Maha Memberi Kesejahteraan
|
السلام
|
6
|
Al Mu`min
|
Allah Yang Maha Memberi Keamanan
|
المؤمن
|
Sejarah Diturunkan Ayat tentang Asmaul Husna
...(masih dalam produksi)...
Setelah anda mengetahui nama-nama yang baik bagi Allah / 99 Asmaul Husna beserta artinya, sekarang tugas anda adalah meng iman ni atau mempercayai kebesaran Allah tersebut dengan segala sifatnya. akhir kata sekian Artikel tentang 99 Asmaul Husna (Lengkap Arti dan Penjelasan), semoga bermanfaat bagi Sobat.
Sobat dapat mendownload 99 Asmaul Husna Alllah di link Download di bawah ini:
![]() |
================
pustaka:
http://www.markijar.com/2015/10/99-asmaul-husna-lengkap-arti-dan.html
Pengertian Tarekat
Asal kata “tarekat” dalam bahasa arab yaitu “thariqah” yang berarti jalan, keadaan, aliran, atau garis pada sesuatu.
Menurut
istilah tasawuf, tarekat berarti perjalanan seorang salik (pengikut
tarekat) menuju Tuhan dengan cara mensucikan diri atau perjalanan yang
harus ditempuh secara rohani, maknawi oleh seseorang untuk dapat
mendekatkan diri sedekat mungkin kepada Allah SWT.
Menurut
Syekh Amin al-Kurdi tarekat ialah cara mengamalkan syariat dan
menghayati inti syariat itu dan menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa
melalaikan pelaksanaan dan inti serta tujuan syariat.
Popular Posts
-
4 Kerusakan Komponen yang Sering Terjadi pada Power Supply Power supply adalah komponen yang digunakan untuk memberikan catudaya pada ...
-
PERANGKAT KERAS (HARDWARE) Perangkat Keras (Hardware) Hardware berupa peralatan fisik dari sebuah sistem komputer, peralatan ini...
-
LIGHT SHOT LIHGTSHOT adalah aplikasi untuk men-Save, Print, screen, aplikasi ini bagus untuk keperluan anda dan sebagai alternatif, se...
-
Sistem Operasi Komputer bagian II Cara Kerja sebelumnya ane susun tentang sistem operasi ,kali ini ane lanjutkan tentang cara k...
yang terbaru
-
Acrylic Wi-Fi Professional 3.1.6 Full + Crack Free Download - get now Acrylic Wi-Fi Professional 3.1.6 Full + Crack Free Download: Acrylic Wi-Fi Professional 3.1.6 Crack + Keygen Download Acrylic Wi-Fi Professional 3....6 tahun yang lalu
Total Pageviews
Shollu 'ala Nabi Muhammad SAW
share y're url get fuluss
anak shaleh
Recent Stories
Connect with Facebook
Sponsors
Search
Archives
Fans Page FB
Youtube: sepak bola di atas air











