Home » Posts filed under SIMDIG
Screenpresso Pro
Screenpresso adalah salah satu aplikasi untuk merekam layar baik berupa video atau mengambil gambar.Hanya beberapa detik anda dapat menyelesaikan pekerjaan, seperti menambahkan gambar (menangkap layar), menyisipkan video hingga terkesan menarik pada lingkungan Windows , melalui aplikasi ini anda dengan mudah melakukan dua cara tersebut.
Screenpreso versi Pro
- menangkap penundaan untuk menangkap menu konteks.- perangkat lunak ini memungkinkan untuk mengambil tangkapan layar atau sebagian yang anda inginkan.
- pada versi portable tidak memerlukan instalasi dan berjalan secara langsung.
- mengubah ukuran video di akhir dan mengubah formatnya.
- pada veri terbaru perangkat lunak ini dalam bentuk format mp4 untuk file ringan.
- dan masih banyak lagi hal yang ingin anda lakukan dengan mudah mendapatkannya dan memperlancar hasil kerja anda.
Proses instalasi Screenpresso
- Unduh Software Screenpresso link download di bawah artikel
- cukup klik dan buka saat unduhan telah selesai dan gunakan software RAR untuk membukanya
anda akan menemukan file exe. dan lainnya file crack key
- matikan antivirus sementara agar file keygen dapat dibuka dan key dapat di salin untuk aktifasi
aktifasi dapat dilakukan secara online, juga offline.
aktifasi offline:
- instal Screenpresso.exe. setelah instalasi selesai jangan lansung membukanya terlebih dahulu.
gunakan crack atau key untuk mengaktifkan software menjadi Pro.
- dan anda sudah mendapatkan Screenpreeso versi Pro full.
System Requirements Screenpresso Pro 1.8.2.0
Microsoft Windows 10, 8.1, 8, 7, Server 2012 64 bit and 32 bit
2.0 GHz processor
2 GB of RAM
200 MB of free hard disk space
.NET 4.7 or above is required
ukuran file 10 MB
Bagaimana mengaktifasi Screenpresso lihat video tutorial berikut:
sekian---semoga bermanfaat
Materi MENERAPKAN VIDEO UNTUK BRANDING DAN MARKETING
MENERAPKAN VIDEO UNTUK BRANDING DAN MARKETING
SIMULASI DIGITAL KELAS SEPULUH SEMESTER GENAPA. PENGERTIAN BRANDING DAN MARKETING
1. BRANDING
Branding, merupakan sebuah kata yang berasal dari kata dasar Brand, yang berarti Merek. Akan tetapi, ketika kita mencari arti kata Branding didalam kamus bahasa inggris, kita tidak akan menemukan arti yang sesuai. Sedangkan begitu banyak macam pengertian branding yang bertebaran didunia maya hingga buku sekalipun, yang tentunya bisa membingungkan kita. Lalu bagaimana arti branding seharusnya ?
Didalam hal ini, kita menterjemahkan kata Branding dengan arti Memperkuat merek produk ataupun jasa. Kita semua mengetahui, bahwa fungsi dasar dari sebuah merek adalah sebagai pembeda antara yang satu dengan yang lainnya. Namun, dengan adanya dinamika didalam derasnya kompetisi pasar, sebuah merek membutuhkan kekuatan dan pengelolaan.
Masih banyak yang rancu pada pengertian brand vs branding. Brand adalah merek yang dimiliki oleh perusahaan, sedangkan branding adalah kumpulan kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka proses membangun dan membesarkan brand. Tanpa dilakukannya kegiatan komunikasi kepada konsumen yang disusun dan direncanakan dengan baik, maka sebuah merek tidak akan dikenal dan tidak mempunyai arti apa-apa bagi konsumen atau target konsumennya.
Unsur-unsur yang mempengaruhi kekuatan sebuah merek adalah, dari apa yang anda lihat (tangible), dan dari apa yang anda dengar dan yang anda rasakan (intangible).
Kedua unsur diatas merupakan syarat utama untuk membangun kekuatan sebuah merek didalam kompetisi pasar. Lalu, elemen apa saja yang terdapat di kedua unsur tersebut ? Elemen-elemen yang terdapat didalam kedua unsur tersebut adalah sebagai berikut :
a) Tangible : Produk, packaging/kemasan, identitas visual, dsb.
b) Intangible : Kualitas produk dan jasa.
PROSES BRANDING SEJAK AWARENESS HINGGA LOYALTY
Dalam proses komunikasi brand, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Pertama, sudah pada tahap mana branding tersebut? Apakah brand sudah pada tahap dikenal (aware), tahap
pemahaman tentang arti brand tersebut, tahap menyukai, atau tahap mencintai atau loyal.
Branding yang baik adalah memilih tipe aktivitas brand yang disesuaikan dengan situasi pencapaian nilai brand itu sendiri. Brand yang belum dikenal, harus fokus pada awareness building. Brand yang sudah dikenal tetapi kurang pemahaman, berarti perlu kerja keras untuk menjelaskan apa yang bisa diberikan brand kepada konsumen.
Brand yang sudah dikenal dan dipahami, harus dicarikan kegiatan yang akan meningkatkan minat mencoba atau membeli. Kegiatan ini sering disebut dengan istilah Brand Activation. Brand yang sudah dikenal, dipahami, dan dibeli harus dipikirkan untuk membuat konsumen beli lagi, dan lagi, dan lagi. Ini adalah tahapan yang disebut dengan proses pembinaan loyalitas brand. Pada tahap ini, brand sudah bisa dikategorikan sebagai strong brand. Proses branding haruslah kontekstual, disesuaikan dengan situasi brand dan tahapan pencapaiannya.
2. MARKETING
Marketing atau Pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting bagi semua usaha, Karena Marketing atau pemasaran mempunyai kedudukan sebagai penghubung antara perusahaan pembuat produk dengan Masyarakat sebagai pemakai produk. Maka dari itu, Perusahaan selalu memberikan perhatian yang maksimal terhadap hal ini agar tujuan dan cita-cita perusahaan bisa tercapai dengan otimal. Marketing atau pemasaran memang sangat penting bagi pencapaian tujuan perusahaan, Lalu apa marketing atau pemasaran itu?
Definisi Marketing atau Pemasaran adalah suatu proses kegiatan menyeluruh dan terpadu serta terencana, Yang dilakukan oleh institusi untuk menjalankan usaha guna memenuhi kebutuhan pasar dengan cara membuat produk, Menetapakan harga, Mengkomunikasikan, Dan mendistribusikan melalui kegiatan pertukaran untuk memuaskan konsumen dan perusahaan.
Dari definisi atau pengertian marketing diatas, Terlihat terdiri dari beberapa kalimat. Kalimat-kalimat tersebut antara lain:
a) Marketing atau pemasaran merupakan suatu proses kegiatan menyeluruh dan terpadu serta terencana.
b) Marketing atau pemasaran dilakukan oleh institusi.
c) Marketing atau pemasaran untuk menjalankan usaha.
d) Marketing atau pemasaran dilakukan guna memenuhi kebutuhan pasar.
e) Marketing atau pemasaran dilakukan dengan cara membuat produk, Menetapkan harga, Mengkomunikasikan atau mempromosikan, Dan mendistribusikan melalui kegiatan pertukaran.
f) Marketing atau pemasaran untuk memuaskan konsumen dan perusahaan.
Kalau melihat definisi marketing atau pemasaran diatas, Terlihat jelas bahwa marketing atau pemasaran memang mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan usaha. Karena merupakan proses kegiatan atau usaha yang menghubungkan antara perusahaa atau produsen dengan konsumen sebagai pemakai prouk. Dengan memberikan perhatian maksimal terhadap marketing atau pemasaran, Kepuasan perusahaan dan konsumen akan bisa tercapai dengan optimal. Karena marketing merupakan kunci sukses dalam kegiatan usaha.
B. TAHAP PRAPRODUKSI.
a) Desain Produksi
Pada tahap desain produksi ditentukan tujuan produksi, penentuan target-target, penyusunan kru, scheduling proyek, dan sebagainya. Tidak ada rumusan yang benar-benar baku pada tahap desain produksi ini, dan fleksibel tergantung skala proyek produksi.
Pada dasarnya, desain produksi ialah tahap pendefinisian proyek sedemikian rupa dalam segala aspeknya sehingga kelak pada akhir proyek dapat menjadi rujukan, apakah proyek produksi yang telah dijalankan telah memenuhi kaidah-kaidah yang telah ditetapkan. Contoh perumusan desain produksi, pada proyek produksi profil sebuah instansi.
b) Tujuan Produksi
Misalnya, rencana produksi “profil video perusahaan ABCD” dirumuskan tujuan produksinya untuk memberikan sekilas pandang perusahaan tersebut dimana produk yang kelak dihasilkan akan dibagikan kepada para klien perusahaan serta para prospek klien.
Tujuan produksi ini dapat pula dijabarkan secara lebih detil menurut prinsip tujuan komunikasi, dimana di dalam komunikasi setidaknya ada 5 aspek yang harus diperhatikan, yaitu komunikator, komunikan (audiens), materi komunikasi (pesan yang hendak disampaikan), media komunikasi, dan cara penyaluran pesan. Tujuan produksi dapat pula secara spesifik menyebut tujuan-tujuan tertentu, misalnya : tujuan mengikuti festival film Indie, tujuan komersial, tujuan presentasi dan sebagainya.
Bahkan untuk sebuah tujuan eksperimental pun, sebaiknya dilakukan perumusan agar perumusan tujuan produksi ini kelak dapat dipakai sebagai rujukan saat menulis jurnal/evaluasi kegiatan.Pada proyek resmi dari instansi, tujuan produksi ini tercantum suatu Term of Reference (Kerangka Acuan Kerja).
c) Penentuan Target-target
Ini masih berkaitan erat dengan perumusan tujuan di atas, tapi dengan memakai indikator yang lebih terukur. Misalnya, target
keberhasilan penyampaian pesan, target pencapaian finansial, target pencapaian kualitas gambar, target jumlah audiens dan sebagainya.
d) Penyusunan Kru
Berbeda dengan produksi film komersial (apalagi film Hollywood) yang dikerjakan oleh banyak kru dengan tugas dan keahlian masing-masing, suatu home video dapat dikerjakan oleh suatu tim kecil dengan tugas serba rangkap. Sejumlah aspek pekerjaan penting ialah produser, penulisan skenario, penyutradaraan, kameramen, pencahayaan, make up & wardrobe, penata artisitik dan editing.
Tidak masalah dengan keterbatasan sumberdaya manusia yang dapat terkumpul di dalam kru produksi, yang lebih penting ialah adanya kejelasan soal pembagian tugas dan deskripsi job masing- masing. Misalnya dapat berbentuk tim kecil beranggotakan 3 orang, dimana seorang berperan rangkap sebagai produser/penulis skenario/penyutradaraan, seorang sebagai kameramen/editor, dan seorang sebagai lighting man/penata artistik. Penjelasan lebih lengkap tentang susunan kru yang lebih ideal.
e) Scheduling Proyek
Scheduling proyek memegang peranan yang amat penting dalam pencapaian efektivitas dan efisiensi produksi, terutama kegiatan produksi (shooting video) dimana terlibat banyak sumberdaya manusia, pemain dan peralatan shooting video yang digunakan. Idealnya, suatu pengambilan gambar telah direncanakan dan dijadwalkan pada tenggang waktu yang cukup sebelumnya sehingga semua pihak yang terlibat dalam shooting video tersebut dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menunaikan peran/tugasnya masing-masing, yang melibatkan kesiapan mental, fikiran dan peralatan.
Scheduling proyek juga amat berguna bagi semua pihak yang terlibat dalam produksi video untuk mengukur sejauh mana kemajuan suatu proyek pada saat-saat tertentu, agar dapat melakukan evaluasi proyek berjalan.
f) Pembuatan Skenario
Pembuatan skenario, meskipun lazimnya dilakukan dalam proses produksi film komersial, namun dapat diadaptasi untuk proses pembuatan produk audio-visual lainnya dengan penyesuaian seperlunya. Hal ini dimungkinkan karena film dibuat untuk menyampaikan pesan komunikasi secara visual, sebagaimana di sini kita akan membuat sejumlah produk video juga sebagai media untuk menyampaikan pesan komunikasi.
Prinsip-prinsip umum di bawah ini kelak akan dibahas lagi secara singkat cara penerapannya dalam konteks produksi masing-masing produk video di bagian ragam produksi.
EMPAT ASPEK DALAM PENULISAN SKENARIO :
Konsep cerita, dirumuskan dalam sebuah kalimat tunggal yang menjelaskan tokoh utama dalam film dan apa yang ingin diperbuat atau diperjuangkannya.
Karakterisasi (perwatakan), yaitu tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita. Setiap tokoh dijelaskan karakter dasarnya dengan penekanan penjelasan pada tokoh-tokoh utama. Perbedaan karakter ini akan memainkan peranan penting yang melatarbelakangi bagaimana
setiap tokoh bersikap dan bertindak tentang suatu isu/masalah. Seperti kita ketahui, sekelompok manusia dapat bersikap dan melakukan tindakan yang sama meski masing-masing memiliki pikiran/motivasi yang berbeda. Sebaliknya, sekelompok manusia dapat bersikap dan melakukan tindakan yang berbeda meski memiliki kesamaan pikiran/motivasi. Dengan demikian dapat dipahami bahwa kombinasi karakter dan isu yang unik dapat melahirkan cerita yang menarik.
Alur cerita ; rangkaian kejadian dan hubungannya dengan karakter.
Bagaimana kejadian demi kejadian dirangkai menjadi suatu cerita akan amat menentukan keberhasilan terjalinnya cerita yang menarik. Contoh : sebuah film yang diawali adegan pembunuhan sadis oleh seseorang terhadap korbannya yang “tak bersalah” akan menimbulkan rasa penasaran pemirsa, ketimbang jika lebih dulu ditampilkan gambar kejadian yang menyajikan fakta bahwa pada masa kecilnya si pembunuh tersebut seringkali mendapat penyiksaan dari orangtuanya sehingga ia menderita kelainan jiwa. Untuk memancing proses kreatif dalam menyusun alur cerita, dapat diajukan pertanyaan-pertanyaan berikut : “bagaimana jika hal buruk ini terjadi, yaitu hal yang merintangi usaha tokoh utama mencapai tujuannya? bagaimana pula jika terjadi hal lain lagi?” Kejadian demi kejadian ini juga harus dapat membangun emosi pemirsa, misalnya
karena secara bergantian adegan-adegan kejadiannya mengandung ketegangan, tawa dan airmata.
Perancangan adegan per adegan; rangkaian rencana pengambilan gambar yang meliputi dialog, akting, set properti, setting lokasi, dsb. Dapat dengan mudah dibayangkan tentang suatu cerita yang memiliki konsep cerita, karakterisasi dan alur cerita yang menarik, tapi lantas berakhir menjadi film yang buruk karena kelemahan dialog, akting, setting lokasi dan properti?
Penulis skenario yang berpengalaman pun belum tentu dapat menulis skenario “sekali jadi”. Yang lazim terjadi ialah dibuatnya “draft skenario” untuk kemudian dipelajari lagi demi mendapatkan ide-ide pelengkap untuk finishing pembuatan skenario tersebut.
Bahkan bagi scenario yang sudah jadi pun, terjadinya revisi skenario merupakan hal yang lumrah terjadi. Sejumlah pertanyaan berikut ini harus dipertimbangkan saat menulis skenario, baik tahap awal maupun tahap lanjutan :
Siapakah yang punya cerita ini? Tokoh utama dengan isu pokoknya harus jelas, jangan sampai tokoh pendukung memiliki karakterisasi lebih kuat dengan isu yang lebih menarik.
Dari sudut pandang cerita siapa film akan dibuat, apakah dari tokoh utama, atau pihak ke-2 (orang yang diajak berdialog langsung oleh
tokoh utama), atau dari pihak ke-3 yang mengamati tokoh utama dari luar.
Di mana bagusnya adegan akan berawal, dimana pula akan berakhir?
Apa poin-poin dari tiap adegan yang dirancang, akan mengarah ke mana?
Apa informasi terpenting yang diperlukan pemirsa dari suatu adegan tertentu?
Apakah adegan tertentu benar-benar berkaitan dengan cerita, dan menggerakkan cerita menuju akhir? Jika tidak, adegan ini berpotensi “melambatkan cerita” dan menimbulkan kebosanan kepada pemirsa.
Selalu mengingat bahwa adegan ialah bahasa gambar. Idealnya, gambar murni yang tanpa dialog sudah bisa menyampaikan pesan komunikasi yang hendak disampaikan.
Selalu mengingat untuk “mengolah gambar”, “merancang konflik”, dan “membaur emosi”
Bagaimana membuat keterkaitan yang menarik antar satu adegan dengan adegan lainnya?
Apakah terjadi perulangan adegan? Adegan yang benar-benar sama tentu saja hampir mustahil terjadi. Yang dimaksudkan disini ialah terjadinya sejumlah adegan yang sebenarnya mengandung pesan komunikasi yang mirip/sama. Saat pemirsa melihat suatu adegan lalu berhasil menangkap pesannya, lalu kepadanya disuguhkan adegan lain yang baginya punya pesan yang sama dengan adegan sebelumnya. Tentu saja ia akan menjadi bosan.
Apakah adegan datar (minim konflik, minim emosi, minim informasi)? Jika ya, bagaimana caranya agar timbul suatu yang dramatis atau luarbiasa terjadi, bahkan dari “hal-hal yang sepele atau biasa?”
Apakah pemirsa akan tertarik dengan semua rangkaian gambar ini?
SUMBER POTENSI KREATIF BAGI PENULISAN SKENARIO
Salah satu wujud kreativitas ialah kemampuan memilih antara mana yang perlu dan mana yang tidak perlu dirangkai dalam suatu cerita.
Penggalian fakta terhadap setting cerita dan karakter yang akan di- skenario-kan. Misalnya, penulisan skenario film “Slumdong Millionaire” tentu mustahil dilakukan jika tidak melakukan riset terhadap bentuk kehidupan miskin di India.
Penggalian pemahaman dan pengetahuan yang telah ada. Penulis skenario sebelumnya telah memiliki nilai-nilai dan pemahaman tertentu atas isu tertentu hasil dari kehidupannya selama ini. Hal ini dapat digali untuk mendapatkan hal-hal menarik (mungkin ironi) dibandingkan dengan fakta yang telah digali.
Penggalian imajinasi. Bagaimana suatu masalah dapat timbul dan terselesaikan dari benturan nilai-nilai dan kepentingan yang sudah ada atau potensial terjadi.
g) Format Skenario
Perancangan skenario sendiri lebih berupa “aspek mental yang abstrak” dari seorang penulis skenario yang dapat dituangkan ke dalam berbagai bentuk (tulisan) sesuai keperluannya. Pada produksi sebuah film, skenario dituangkan dalam format standar tertentu yang dimaksudkan agar kru produksi yang terlibat mengetahui perannya masing-masing saat pengambilan gambar.
Namun untuk sebuah produk skala kecil dengan tim kecil, skenario dapat diadaptasi menjadi rumusan bersama yang sederhana, asal dapat dimengerti dan menjadi acuan kerja kru produksi (misalnya kameramen, sutradara, lighting man). Contoh skenario sederhana pada workshop film pendek
h) Storyboard
Storyboard ialah rangkaian gambar ilustrasi yang berusaha menjelaskan bahasa tulisan skenario ke dalam bahasa visual. Adegan
demi adegan cerita yang sebelumnya telah dirumuskan dalam skenario diterjemahkan menjadi gambar oleh sutradara dengan bantuan kameramen dan storyboard artist, sedemikian rupa sehingga dalam potongan-potongan gambar ilustrasi yang dihasilkan terhimpun informasi tentang para pelaku adegan, adegan yang dilakukan, lokasi dan properti, sudut pengambilan gambar, dan sebagainya.
Contoh Storyboard
Pada kenyataan dalam praktek, keberadaan storyboard merupakan “barang mewah”, yaitu meskipun memang dirasakan manfaat besarnya, namun kesulitan pengerjaannya membuat suatu tim produksi sering mengabaikannya dengan melewati proses ini, dan menyerahkan pelaksanaan shooting video kepada kemampuan langsung di lapangan. Salahsatu kendala yang sering dihadapi ialah tidak tersedianya tenaga ilustrator gambar.
i) Layout
Layout ialah bentuk lanjutan dan terakhir dari kegiatan pra produksi. Di sini, gambar-gambar storyboard dirangkai dalam suatu kegiatan editing video, sesuai skenario (di-scan sebelumnya), bagaikan hasil shooting video yang sudah selesai diambil.
Elemen-elemen lain ditambahkan seperlunya sekedar untuk mencari gambaran awal dari “produk yang telah selesai”, misalnya dubbing narasi dan musik ilustrasi. Hasil akhir layout ini dapat berupa file video yang dapat disaksikan bersama oleh kru produksi dan klien, jika ada. Layout ini amat bermanfaat, antara lain :
• Kru produksi (maupun klien) mendapat gambaran yang lebih jelas tentang produk yang akan dihasilkan. Banyak orang yang daya imajinasinya tak cukup tinggi untuk bisa membayangkan hasil akhir sebuah produk dari sebuah skenario, yang mengerti tentang rencana produksi dengan adanya layout ini.
• “Pace” dari video dapat terasa. Idealnya, video menyampaikan pesan/informasi yang berkembang setiap saat dengan kecepatan yang tepat. Video yang “terlalu cepat” akan membingungkan pemirsa, sedangkan yang terlalu lambat akan membuat pemirsa bosan dan bahkan tertidur. Jika disadari pace yang kurang sesuai, akan menjadi catatan dalam kegiatan editing video kelak, untuk
memanjangkan atau menyingkat adegan-adegan tertentu dalam rangka perbaikan pace ini.
• Peran ilustrasi musik terhadap pembentukan mood video dapat terasa, dan editor dapat ber-eksperimen dengan backsong yang akan digunakan kelak.
• Secara teknis, pembuatan layout ini juga amat membantu editor kelak saat berkegiatan editing video. Karena potongan gambar ilustrasi tersebut sudah diatur tempat dan durasinya sedemikian rupa sehingga kelak hanya tinggal diganti dengan hasil shooting video.
• Secara mental, kru produksi akan merasa bahwa “video sudah hampir selesai”, dan tinggal mengisi potongan-potongan gambar ilustrasi tersebut dengan hasil shooting video.
C. TAHAP PRODUKSI BRANDING DAN MARKETING.
Pada Tahap Produksi pengambilan gambar (shooting video) dilakukan, idealnya hingga tuntas. Kebutuhan shooting video sebelumnya telah dirumuskan pada tahap Pra Produksi, idealnya dalam bentuk storyboard yang mencakup banyak informasi termasuk sudut pengambilan gambar (angle).
Pada kebanyakan film komersial, kegiatan shooting merupakan tahapan kegiatan yang berbiaya produksi paling tinggi disebabkan keterlibatan banyak kru, pemain (aktor/aktris) itu sendiri, serta pemakaian alat-alat canggih yang dibayar sebagai sewa harian. Karena itu dapat dengan mudah dipahami bahwa kegiatan Pra Produksi yang baik dapat menuntun jalannya kegiatan produksi agar berjalan dengan efektif dan efisien.
Meskipun kegiatan produksi pada film komersial mencakup banyak hal yang kompleks, namun pada artikel lainnya di sini hanya akan dijelaskan isu-isu mendasar seputar kegiatan shooting video yang sering dihadapi oleh para kameramen amatir.
D. TAHAP PASCA PRODUKSI BRANDING DAN MARKETING.
Pada Tahap Pasca Produksi semua bahan mentah produksi dikumpulkan untuk diolah. Analoginya, ialah seorang koki yang membawa semua bahan masakan dan bumbu ke dapur, untuk diolah sesuai resep yang telah ada. Dalam hal ini “bahan masakan” ialah hasil shooting video, “bumbu” ialah bahan pendukung lain seperti klip animasi, sound efek, dan lain-lain serta “resep” ialah skenario itu sendiri.
Dengan demikian mudah dipahami jika kelancaran kegiatan editing video amat ditentukan oleh “skenario yang baik/jelas” serta “kelengkapan hasil shooting video dan elemen penunjang lain”. Jika keadaan ini tercapai, maka proses editing video ini dapat dilakukan sambil dinikmati. Sebaliknya, jika skenario “amburadul” dan stok gambar hasil shooting video tidak menunjang, tentu saja pelaku editing video akan kebingungan dalam bekerja.
Bahkan tampaknya memang demikian yang banyak terjadi pada pelaku produksi home video maupun pelaku bisnis UKM, yaitu memulai kegiatan editing video padahal konsepnya masih blank, sedemikian rupa sehingga perlu waktu berjam-jam nongkrong di depan layar komputer untuk mencari inspirasi atau melakukan sejumlah eksperimen.
Hal itu menjadikan editing video seperti kegiatan yang amat sulit dikerjakan, padahal harusnya tidak demikian jika perumusan konsep produksi video telah dilakukan bahkan sebelum shooting pertama dilakukan.
================
pustaka: https://www.academia.edu/8291016/SIMULASI_DIGITAL_MENERAPKAN_VIDEO_UNTUK_BRANDING_DAN_MARKETING_
Materi Presentasi Video
PRESENTASI VIDEO-SIMULASI DIGITAL
KELAS SEPULUH SEMESTER GENAP SIMKOMDIGA. PENGERTIAN
Presentasi adalah suatu upaya untuk memanfaatkan suatu informasi kepada audens atau orang lain.
Media-media presentasi :
• Berwujud (perangkat keras atau hardware) contoh : leptop , komputer, proyektor
• Tidak berwujud (perangkat lunuk atau software) contoh : Microsoft power point, IBM lotus symphony presentasi.
Tujuan presentasi adalah untuk menyampaikan atau memaparkan suatu informasi menurut topik bahasan secara sistematis, tersruktur ,menarik dan mudah dimengerti
Video Presentasi
VIDEO adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital yang berkaitan dengan “penglihatan dan pendengaran”.
Jadi Pengertian presentasi video adalah teknik penyampaian informasi kepada audiens dengan menggunakan teknik menangkap, merekam, memproses gambar bergerak.
Beberapa syarat membuat presentasi video yang baik :
1. Dikarenakan tidak bertemu secara langsung maka diharapkan materi yang akan disampaikan harus jelas dan sebisa mungkin tidak menimbulkan pertanyaan (kita harus sebisa mungkin bertindak sebagai pihak yang mendengarkan presentasi) sehingga video yang kita buat menjadi jelas,
2. Pada awal presentasi video dibuat terlebih duhulu perkenalan diri, menjelaskan siapa kita dan apa posisi kita.
3. Menjelaskan maksud dan tujuan presentasi tersebut dibuat. Kemudian masuk pada isi presentasi.
4. Penutup presentasi sebaiknya memberikan penjelasan bagaimana jika ada seseorang yang belum jelas menonton presentasi video kita.
FUNGSI PRESENTASI VIDEO
a) Motion (gerakan)
Tayangan yang bergerak mempunyai manfaat lebih banyak dari gambar diam dalam menggambarkan suatu konsep dimana gerak penting untuk dipelajari ( seperti ketrampilan gerak : lari, lempar, lompat dan lain-lain).
b) Process (Proses)
Cara melakukan sesuatu, seperti tahapan pertemuan (rapat), penelitian ilmiah, dimana rangkaian tahapan (gerak) secara kritis diamati, dengan video hal ini dapat dipantau secara efektif.
c) Risk – Free Observation (Penelitian bebas resiko)
Video memungkinkan pembelajar untuk menyelidiki peristiwa alam yang terlalu berbahaya untuk diamati secara langsung seperti gerhana matahari, letusan gunung berapi, tsunami, ataupun perang.
d) Dramatization (Menggugah perasaan)
Hiburan dapat lebih menggugah perasaan, seperti melukiskan peristiwa bersejarah atau kehidupan seorang tokoh dalam sebuah drama yang direkam. Ini memungkinkan siswa untuk dapat mempelajari peristiwa bersejarah dalam hubungan antar manusia.
e) Skill Learning (Mempelajari suatu ketrampilan)
Penelitian mengindikasikan bahwa menguasai suatu ketrampilan fisik membutuhkan pengamatan dan latihan berulang. Melalui video siswa
dapat melihat suatu tayangan berulangkali untuk mendapatkan hasil yang sama. Mereka juga bias mengamati video penampilan mereka sendiri sebagai umpan balik dan perbandingan.
f) Affective Learning (Pembelajaran Sikap)
Karena sangat potensial mempengaruhi emosi, video sangat berguna dalam membentuk kepribadian dan sikap social siswa. Film dokumentasi dan iklan berbentuk video banyak ditemukan dalam rangka menarik perhatian pemirsa.
g) Problem Solving (Pemecahan Masalah)
Awal atau akhir dari suatu drama seringkali menayangkan situasi yang tak terpecahkan. Ini dipersilahkan bagi pemirsa untuk mendiskusikan / mengusulkan cara pemecahan masalahnya.
h) Cultural Understanding (Pemahaman Budaya)
Kita dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam dari suatu budaya lain dengan menonton tayangan kehidupan suatu budaya mereka sehari-hari. Video ethnographic mewakili tujuan ini, misalnya : The Hunter, The Tribe that hides from man, The Nuer, and River sand.
i) Establishing Commonality (Pembiasaan)
Dengan melihat video bersama, suatu kelompok masyarakat yang berbeda pendapat dapat membangun sebuah dasar pemikiran yang sama berdasar pengalaman dan mendiskusikan suatu masalah secara efektif.
KELEMAHAN PRESENTASI VIDEO
a) Fixed Pace (Alur tetap)
Meskipun video dapat dihentikan untuk suatu diskusi, ini tidak selalu dilakukan pada saat penayangan karena tayangan terus mengalir tanpa jeda. Beberapa penonton mungkin ada yang tertinggal informasi tetapi ada juga yang sudah menunggu dengan tidak sabar point selanjutnya.
b) Still Phenomenon ( Gambar diam)
Video sangat bermanfaat untuk menayangkan konsep dengan unsure gerak, tetapi kurang cocok untuk topic lain dimana menuntut detail secara terperinci dari misalnya sebuah tayangan / gambar tunggal (peta, diagram).
c) Misinterpretation (Salah Persepsi)
Film dokumentasi atau suatu drama sering menampilkan konflik yang sulit/komplek. Sebuah percakapan / tindakan ada yang dimaksudkan sebagai sindiran / kiasan tetapi mungkin saja diambil secara harfiah / mentah oleh penonton yang masih muda / naïf.
d) Abstract, Nonvisual Instruction (Ikhtisar, Instruksi nonvisual )
Video jarang menayangkan ringkasan/ikhtisar, informasi nonvisual. Media yang disediakan untuk kata hanya teks. Filsafat dan matematika kurang bisa dipresentasikan dengan baik dalam video kecuali kalau materi tertentu yang dibicarakan memungkinkan mereka untuk
menggambarkan / menerangkan menggunakan asal mula ukuran / hitungan, tayangan grafik, perbandingan yang disesuaikan.
B. PRODUKSI VIDEO PEMBELAJARAN / PENDIDIKAN
Video karya siswa dapat mempromosikan/menjelaskan proses belajar siswa. Siswa terhubung kedalam isu-isu budaya, politik, scentific, keuangan, dan lingkungan. Selain itu, menciptakan video membantu membangun keterampilan melek teknologi. Gairah Siswa pada teknologi bisa memacu eksplorasi aktif dunia mereka. Menggabungkan dua hal tadi bisa memacu semangat belajar karena pengalaman itu menyenangkan mereka. Membuat video mendorong kesadaran siswa, mengembangan kreativitas, meningkatkan keterlibatan, dan jembatan dengan kehidupan di luar kelas. Selain itu, membuat video memungkinkan guru untuk membuat bahan-bahan untuk pelajaran mereka.
Membuat Video dapat diajarkan dengan menggunakan teknologi seperti iMovie software.. Mendapatkan ketrampilan menggunakan teknologi adalah dengan menghasilkan. Siswa sekolah dasar dan menengah dapat terlibat dalam pembuatan scenario, merekam, mengedit dan merevisi produksi video mereka sendiri. siswa dapat mengambil peran sebagai penulis, editor, operator kamera, dan aktor. Mereka harus berganti atau memutar peran.
Guru dapat membantu dalam perencanaan tetapi harus memungkinkan siswa untuk kreatif. Sama halnya dengan semua media produksi, perencanaan produksi diperlukan. Pembuatan Storyboard dapat digunakan oleh siswa dari segala usia untuk memfasilitasi perencanaan dan pembuatan video. Penulisan storyboard akan sangat membantu ketika sekelompok siswa secara bersama terlibat dalam perancangan sebuah video.. Software/ Perangkat lunak dapat digunakan untuk pra-dan pasca produksi.
Videografi memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi banyak pelajaran dikurikulum melalui proses aktif membuat video. Sebagai tambahan dalam keterampilan membuat video, siswa belajar memecahkan masalah, penjadwalan, analisis, penelitian, perencanaan, imajinasi dan keterampilan komunikasi, semua ketrampilan nyata. Mereka menjadi pemikir yang lebih baik, komunikator yang lebih baik, dan pemecah masalah yang lebih baik. Siswa dapat berbagi pembuatan video di portofolio mereka dan dapat menunjukkan ini kepada masyarakat, sekolah, kelas, atau di rumah.
Guru atau siswa membuat video sebenarnya dapat digunakan untuk salah satu tujuan yang dijelaskan sebelumnya. Ini adalah kemampuan yang unik untuk menangkap tayangan atau adegan dan suara untuk diputar kembali. Penggunaan atau Aplikasi yang bermanfaat atau menguntungkan dari aspek pembuatan video termasuk :
Dramatisasi cerita siswa, lagu, dan puisi.
Kegiatan yang ditingkatkan/diperkuat oleh umpan balik segera
Latihan atletik.
Pelatihan ketrampilan
Interpersonel teknik.
Dokumenter siswa tentang sekolah atau isu dilingkungan.
Pelestarian cerita rakyat setempat.
Demonstrasi penelitian ilmiah dan latihan keselamatan.
Replay dari perjalanan lapangan dalam kelas berikutnya.
Informasi karir mengenai bussinesses lokal
Sejumlah pusat media sekolah sekarang menambah dilingkungan mereka sebuah studio video kecil untuk siswa membuat video. Untuk pembelajaran Siswa datang ke sekolah membawa kamera dan diharapkan dengan pengalaman menggunakan kamera portabel.
a) Recording (Merekam)
Hand-held kamera atau kamera tenteng biasanya dilengkapi dengan mikrofon tertanam didepan kamera. Mikrofon ini punya control otomatis yang mengatur volume secara otomatis untuk menjaga suara pada tingkat terdengar. Kamera mendengar (merekam suara) sebaik dapat melihat (merekam adegan).
Hand-held kamera
Masalahnya adalah bahwa mikrofon ini menguatkan/merekam semua suara dalam jangkauan mereka, termasuk langkah kaki, batuk, kebisingan jalan dll, seiring dengan suara yang Anda inginkan. Oleh karena itu Anda mungkin ingin memotong bilt in mikrofon dengan cara menghubungkannya dengan mikrofon terpisah mungkin lebih sesuai untuk tujuan tertentu Anda.
The lavaliere, atau neck mike (mike leher), adalah pilihan terbaik untuk merekam pembicara tunggal. ini dapat dijepitkan didasi atau gaun, ditempatkan di sekitar leher, bahkan tersembunyi di bawah pakaian yang ringan. Sebuah meja dapat digunakan untuk menempatkan mikrofon untuk beberapa pembicara yang duduk di meja. Untuk situasi di mana ada kebisingan di latar belakang yang tidak diinginkan atau pembicara bergerak, mikrofon langsung adalah yang terbaik.
b) Editing (Mengedit).
Editing video digital mengacu pada makna adegan video dapat diambil terpisah dan disatukan kembali menggunakan komputer dan perangkat lunak atau software. Dengan beberapa camcorder digital bukan dengan videotape, sedangkan yang lain menggunakan videotape khusus untuk merekam dalam modus digital. Setelah shooting video, Anda dapat melihat ini pada kamera yang terintegrasi pada monitor LCD. Anda juga dapat menghubungkan kamera ke monitor televisi, atau Anda dapat mentransfer gambar ke komputer. Banyak camcorder memungkinkan Anda untuk mengedit tepat di kamera, atau Anda dapat mentransfer gambar ke komputer. Banyak camcordes memungkinkan Anda untuk bisa mengedit di kamera.
Dengan menggunakan kabel khusus untuk mentransfer video, kita dapat menghubungkan camcorder, baik analog maupun digital, ke computer untuk menyalin tayangan video secara langsung ke hard drive computer. Anda dan siswa anda kemudian dapat mengedit video didalam computer, tanpa menggunakan camcorder. Kita juga dapat menggunakan computer sebagai sarana tayang: menggunakan sebuah kamera digital untuk media gerak, memindahkan tayangan dari sumber analog dapat ditayangkan dilayar tanpa disimpan.
Ada beberapa metode untuk menyimpan video di computer. Salah satunya adalah QuickTime, digunakan dengan Mac OS dan Windows operating system. Banyak aplikasi seperti, Compton’s Multimedia Encyclopedia, digabung dengan QuickTime “movies”. Siswa dapat membuat video mereka dengan menambahkan gambar, grafik dan teks kedalam portofolio atau proyek mereka.
Dengan membuat video sendiri Kita dapat menujukannya kepada audience khusus dengan isi khusus. Pembuatan dapat disiapkan dan mudah diperbarui. Perlengkapan yang dibutuhkan adalah (computer, dan software) yang sudah dibeli atau dimiliki. Pembuatan video dirumah tidak mahal. Software untuk pembuatan video dirumah meliputin Apple’s iMovie dan Avid Technology’s cinema dan VideoShop. Software ini sudah tersedia, tidak mahal dan mudah digunakan. Anak kecil dengan mudah dapat mempelajari dan menggunakan software dan kamera video dengan mudah.
Tips ini diterapkan untuk meningkatkan kualitas presentasi video kepada kelompok :
Sightlines
– Periksa cahaya, tempat duduk dan control suara untuk memastika setiaporang dalam melihat dan mendengarkan presentasi.
Kontrol Cahaya
– Ketika menggunakan proyek video dengan video kaset atau DVD, perhatikan cahaya. Matikan cahaya jika konten terang tidak tersedia. Jika anda menggunakan TV, anda dapat menggunakan cahaya normal ruangan.
Set mental
– Dapatkan mental siswa dengan mempersiapkan review bahan yang terkait dan menanyakan tentang topic yang disediakan.
Organisasikan dengan cermat
– susun poin utama yang dapat dimunculkan oleh presentasi
Kosakata
– Preview setiap kosakata yang baru.
Segmen singkat
– Tunjukan hanya 8 sampai 12 menit dari video dalam satu tayangan (lebih pendek untuk siswa yang lebih muda). Lebih bagus daripada memunculkan video selama 30 menit dari mulai s.d
selesai, meningkatkan perhatian pemirsa dengan teknik berikut : Perkenalkan segmen pertama selama 10 menit video, berhenti dan berikan poin rehat yang sesuai. Diskusikan segmen tersebut dan kemudian kenalkan segmen kedua dan mengulang prosedur. Tentu saja anda dapat memilih bagian tertentu saja yang penting, tidak harus menunjukkan semua bagian.
Role Model
– Paling penting, dapatkan saran dalam program secara mandiri. Lihat secara seksama dan responlah ketika presenter menanyakan untuk respon
Follow up – Kuatkan kembali presentasi dengan aktivitas follow up yang bermakna.
Nilai Manfaat penggunaan video :
- Untuk berbagi ide
Mengajarkan bagaimana proses Siswa pada tingkat dasar belajar bagaimana alumunium dapat di daur ulang dengan menyaksikan video yang menunjukkan bagaimana proses daur ulang itu terjadi.
- Observasi dengan bebas resiko
- Dramatisasi even
- Belajar kemampuan untuk tugas
- Belajar tentang sesama
- Penerapan pemecahan masalah dalam topik yang didiskusikan
- Pemahaman budaya dan membangun kesamaan
C. CIRI-CIRI PRESENTASI VIDEO
Kebanyakan kita berpikir bahwa video adalah sebuah media yang dirancang untuk menghasilkan gambaran nyata dari dunia disekitar kita. Kita seringkali lupa bahwa dasar pembuatan video adalah kemampuan memanipulasi / merekayasa waktu dan ruang. Rekayasa ruang dan waktu tidak hanya menyajikan akhir yang kreatif dan menggugah perasaan, ini juga berpengaruh terhadap pendidikan.
Berikut Ciri Presentasi Video:
1. Manipulation of Time ( Manipulasi waktu)
Video memungkinkan kita untuk mengurangi waktu yang diperlukan untuk mengamati suatu peristiwa. Sebagai contoh; ini akan memakan waktu bagi siswa untuk betul-betul mengamati sebuah jalan layang dibangun, tetapi dengan video yang diedit dengan cermat akan menghasilkan tayangan bagian- bagian penting dari suatu peristiwa dalam beberapa menit. Kita juga bisa memindahkan segmen waktu, contohnya anda mungkin terbiasa dengan adegan hari ini yang berlanjut dengan besok kita tahu adegan itu telah berganti hari meski malam tidak ditayangkan.
2. Compression of time ( Pemadatan waktu).
Video dapat memadatkan waktu yang diperlukan untuk meneliti suatu peristiwa. Bunga sudah mekar sebelum kita mengedipkan mata, bintang dapat melintasi langit malam. Teknik ini dikenal sebagai “time lapse” jangka waktu/ selang waktu yang sangat bermanfaat dalam pendidikan. Sebagai contoh ; proses kepompong menjadi kupu-kupu sangat lama untuk diamati secara nyata, tetapi dengan bantuan videography time lapse, kupu-kupu dapat muncul dari kepompong dalam hitungan menit.
3. Expansion of Time ( perpanjangan waktu).
Waktu bisa juga diperluas/diperlama dengan tehnik “slow motion” gerak lambat. Beberapa kejadian terjadi begitu cepat sehingga terlalu cepat untuk dilihat dengan mata telanjang. Videography dengan kecepatan dapat memperlambat gerakan sehingga kita dapat mengamati proses tersebut.
4. Manipulation of Space ( manipulasi ruang)
Video memungkinkan tayangan alam semesta yang luas dan yang sempit yang mana dilihat dari jarak yang sangat dekat atau dilihat dari jarak yang sangat jarak jauh. Siswa dapat mengamati bumi dari satelit ruang angkasa, sebaliknya siswa dapat juga mengamati pembelahan sel lewat mikroskop.
5. Animation (animasi)
Waktu dan ruang dapat juga dimanipulasi oleh animasi. Ini adalah teknik yang mengambil keuntungan dari gambar secara terus menerus/ berurutan untuk memberikan gerak dari obyek yang tidak bergerak. Ada banyak jenis membuat animasi, tetapi pada dasarnya animasi dibuat dari serangkaian gambar, foto, atau gambar dari computer.
6. Understanding Video Convention (Memahami kaidah video )
Kebanyakan dari kita sudah bisa menerima alat dan teknik yang digunakan video untuk merekayasa waktu dan ruang. Kita tahu bahwa atlit yang melompat dan berhenti diudara bukan karena membeku tetapi itu hanya kilas balik bukan kejadian sebenarnya. Guru harus mampu menerangkan makna kaidah video itu saat siswa belajar memahami kilas balik. Video tidak sendirian dalam menerima kaidah interpretasi dan apresiasi. Tehnik kilas balik juga digunakan di karya sastra dan biasanya sudah diterima pembaca.
CONTOH VIDEO PRESENTASI:
... (masih dalam produksi penyusun
====================
pustaka:
https://www.academia.edu/8325717/SIMULASI_DIGITAL_MEMAHAMI_PRESENTASI_VIDEO_
materi VIDEO BERITA
materi VIDEO BERITA
SIMDIG VIDEO VISUAL KELAS X SEMESTER GENAPWartawan memiliki tugas penting dalam mencari serta mengumpulkan laporan berita. saat berita dilaporkan oleh wartawan, laporan tersebut menjadi fakta / ide terkini yang dipilih secara sengaja oleh redaksi pemberitaan / media untuk disiarkan dengan anggapan bahwa berita yang terpilih dapat menarik khalayak banyak karena mengandung unsur-unsur berita.
Pada umumnya stasium televisi memiliki acara berita dan menayangkannya sepanjang waktu. Kebutuhan berita sangat penting bagi masyarakat sebagai penambah wawasan.
Pengertian berita
Berita merupakan bentuk laporan tentang suatu kejadian yang sedang terjadi baru baru ini atau keterangan terbaru dari suatu peristiwa. Dengan kata lain berita adalah fakta menarik atau sesuatu hal yang penting yang disampaikan pada masyarakat orang banyak melalui media. Tapi tidak semua fakta bisa diangkat menjadi suatu berita oleh media. Karena setiap fakta akan dipilih mana yang pantas untuk disampaikan pada masyarakat.
Asal mula kata Berita sejarahnya
Kata BERITA sebenarnya berasal dari bahasa sansekerta "VIRIT" atau dalam bahasa inggris disebut "WRITE" yang sebenarnya berarti "TERKADI" atau "ADA". Beberapa orang juga ada yang meyebut kata ini dengan kata "VRITTA" yakni "KEJADIAN" atau "YANG SEDANG TERJADI".
Sedangkan menurut kamus besar bahasa indonesia "BERITA" adalah cerita atau keterangan mengenai kjadian atau peristiwa yang hangat.
Jenis -jenis berita
Jenis-jenis berita yang di kenal dalam dunia jurnalistik adalah sebagai berikut:
A. Straight news adalah Berita langsung apa adanya. di tulis secara singkat dan lugas.
B. Depth news adalah Berita mendalam di kembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan.
C. Investigation news adalah Berita yang di kembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber.
D. Interpretative news adalah Berita yang di kembangkan dengan pendapat atau penilaian penulisnya/reporter.
E. Opinion news adalah Berita mengenai pendapat seseorang seperti tokoh,ahli,cendekiawan mengebai sesuatu.
Unsur penting dalam berita
Unsur penting dalam sebuah berita adalah 5W + 1H yaitu merupakan singkatan dari “what, who, when, where, why, how,”
Penjelasan dari 5w + 1H adalah :
WHAT = (Apa) topik dari suatu berita tersebut apakah kejadian atau peristiwa.
WHO = (Siapa) pelaku penting dalam peristiwa tersebut.
WHEN = (Kapan) peristiwa itu berlangsung.
WHERE = (Dimana) tempat kejadian peristiwa tersebut.
WHY = (kenapa) yaitu pertanyaan untuk mengetahui bagaimana sebuah peristiwa dapat terjadi.
HOW = (Bagaimana) kejadian itu dapat terjadi.
Sifat berita
Sifat dari berita adalah sebagai berikut :
Aktual (baru). Hal-hal yang baru lebih memiliki nilai berita dibandingkan hal-hal yang terjadi sudah lama.
Jarak (jauh/ dekat).
Khalayak lebih tertarik akan kejadian yang terjadi di sekitar mereka dibandingkan dengan kejadian di tempat yang lebih jauh.
Penting. Sesuatu menjadi berita saat dianggap penting, karena berpengaruh pada kehidupan langsung.
Akibat.
Sesuatu menjadi berita karena memiliki dampak yang besar. Misalnya:
-Pertentangan/ konflik.
-Seks.
-Ketegangan.
-Kemajuan-kemajuan. Inovasi baru atau perubahan.
-Emosi, segala sesuatu yang apabila dikabarkan akan membuat marah, sedih, kecewa.
-Humor.
Pelaku - pelaku dalam suatu peristiwa
1. Pelaku dalam suatu peristiwa = yaitu orang orang yang terlibat dalam kejadian tersebut, contoh = sanksi mata, pelaku utama. Pelaku ini menjawab bagian WHO dari 5W + 1H.
2. Wartawan = pembuat berita / pencari berita.
Wartawan bertugas mencari dan mengumpulkan informasi yang nantinya akan menjadi suatu berita.
3. Konsumen = yaitu pembaca berita itu sendiri.
Berita harus bersifat lugas, sederhana, menarik, singkat, netral ( bahasa yang digunakan cocok untuk semua kalangan )
Media dalam penyampaian berita
Berita harus disampaikan kepada masyarakat secara luas.Media merupakan satu kunci terbesar dalam menyampaikan berita di masyarakat. Media yang digunakan dalam menyampaikan berita adalah :
1. Media cetak = koran, majalah, tabloid.
2. Media elektronik = televisi, radio, internet.
3. Dari mulut ke mulut.
Demikian artikel tentang Berita yang dapat saya sampaikan. Banyak banyaklah membaca berita agar wawasan anda dapat berkembang. Saya sarankan anda untuk membaca berita unik dan aneh karena berita tersebut merupakan berita yang paling banyak dicari.
Contoh Video Berita:
berita Harlah Muslimat NU ke-73
atau berita tersebut dapat anda miliki dan mengambilnya disini
contoh video berita lain:
Tujuh Muslimah berprofesi menantang
Download video Muslimah berprofesi menantang
Download video Muslimah berprofesi menantang
pustaka:
http://beritatutorial.blogspot.com/2012/09/pengertian-berita.html
VIDEO VISUAL
VIDEO VISUAL
PRESENTASI VIDEO
Salah satu tujuan presentasi video adalah membantu mengomunikasikan gagasan atau konsep melalui video, sebagai media dengar-pandang (audio-visual). Gagasan berbentuk produk benda jadi atau konsep dalam bentuk pelayanan (services) atau cara kerja akan menjadi lebih mudah dikomunikasikan dalam bentuk presentasi video.1. Pengertian Presentasi Video
Presentasi video adalah video untuk mengomunikasikan ide atau gagasan, yang digunakan untuk memperkenalkan produk yang dibuat melalui proses merekam gambar dan suara, menata urutan dan menyambung atau memotong gambar dan menyataukannya menjadi kesatuan yang utuh.
2. Ciri-ciri Presentasi Video
Berbagi informasi kepada pihak lain merupakan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial, terutama setelah memasuki era informasi. Salah satu bentuk berbagi informasi adalah mengomunikasikan gagasan atau konsep. Dalam perkembangannya, mengomunikasikan gagasan atau konsep memiliki tujuan memasarkan produk. Bahkan tujuan-tujuan yang tersirat lainnya sering bersembunyi di balik tujuan tersebut.
Di antara para penggagas dan (sedikit) penyusun konsep justru kemampuan mengomunikasikan ini menjadi salah satu kelemahan. Banyak para pembuat produk yang tidak mampu mengomunikasikan produknya dengan baik atau tidak memiliki waktu banyak mengomunikasikan produknya dengan cara yang “menjual‟. Bahkan banyak para penggagas yang tidak mengacuhkan kemampuan berkomunikasi.
Dengan demikian ciri-ciri presentasi video adalah:
-Mengkomunikasikan ide
-Menunjukan Solusi
-Mengkomunikasikan Produk dan Jasa
-Menunjukkan cara kerja
3. Fungsi Presentasi Video
Presentasi video berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide atau gagasan melalui penyajian suatu produk yang telah dihasilkan. Sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide atau gagasan, presentasi video harus mengemukakan keunggulan ide atau gagasan yang akan disampaikan. Ide atau gagasan merupakan upaya untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Gagasan atau konsep adalah hasil pemikiran yang lahir sebagai solusi untuk mengatasi masalah. Pada dasarnya, masalah adalah kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Perlu pelatihan mengidentifikasi masalah. Mampu mengidentifikasi masalah merupakan setengah langkah untuk kemudian menemukan solusi sebagai satu langkah berikutnya.
Gagasan atau konsep pada presentasi video, harus dan lebih bagus menggunakan ide yang asli, benar, bermanfaat. Asli, artinya gagasan atau konsep bukan hasil pemikiran orang lain, hasil kreativitas sendiri, bukan plagiasi. Tidak menyalahi kaidah keilmuan, tidak bertentangan dengan norma atau aturan. Bermanfaat, artinya menjadi solusi bagi banyak orang.
4. Jenis Presentasi Video
Berdasarkan tujuan pembuatannya, video dapat diperuntukan:
A. Cerita
Video yang bertujuan untuk memaparkan cerita.
B. Dokumen
Video yang bertujuan merekam sebuah kejadian atau peristiwa dalam kehidupan nyata.
C. Berita
Video yang bertujuan memaparkan sebuah berita.
D. Pembelajaran
Video yang bertujuan untuk memberikan materi pembelajaran agar mudah diserap dan dapat dimainkan ulang.
E. Presentasi
Video yang bertujuan untuk mengomunikasikan ide atau gagasan.
Popular Posts
-
4 Kerusakan Komponen yang Sering Terjadi pada Power Supply Power supply adalah komponen yang digunakan untuk memberikan catudaya pada ...
-
PERANGKAT KERAS (HARDWARE) Perangkat Keras (Hardware) Hardware berupa peralatan fisik dari sebuah sistem komputer, peralatan ini...
-
LIGHT SHOT LIHGTSHOT adalah aplikasi untuk men-Save, Print, screen, aplikasi ini bagus untuk keperluan anda dan sebagai alternatif, se...
-
Sistem Operasi Komputer bagian II Cara Kerja sebelumnya ane susun tentang sistem operasi ,kali ini ane lanjutkan tentang cara k...
yang terbaru
-
Acrylic Wi-Fi Professional 3.1.6 Full + Crack Free Download - get now Acrylic Wi-Fi Professional 3.1.6 Full + Crack Free Download: Acrylic Wi-Fi Professional 3.1.6 Crack + Keygen Download Acrylic Wi-Fi Professional 3....6 tahun yang lalu
Total Pageviews
Shollu 'ala Nabi Muhammad SAW
share y're url get fuluss
anak shaleh
Recent Stories
Connect with Facebook
Sponsors
Search
Archives
Fans Page FB
Youtube: sepak bola di atas air

















